Alamat : Gedung Dakwah Muhammadiyah Lamongan Jl. Lamongrejo 109 Lamongan 62212 Telp. 0322 321130

Jumat, 16 Desember 2011

Sejarah Gerakan modernisasi pembaharuan dunia pendidikan islam oleh Muhammadiyah

            Diawali dengan terjadinya  gerakan pembaharuan  dunia pendidikan  islam  pertama di Indonesia  oleh tokoh muhamadiyah yaitu KH Ahmad dahlan. Cita-cita pendidikan yang digagas Kyai Dahlan adalah lahirnya manusia-manusia baru yang mampu tampil sebagai “ulama-intelek” atau “intelek-ulama”, yaitu seorang muslim yang memiliki keteguhan iman dan ilmu yang luas, kuat jasmani dan rohani. Di masa  tahun 1908-1909 Ahmad Dahlan mendirikan sekolah, yakni Madrasah Ibtidaiyah (SD) dan Madrasah Diniyyah di rumahnya. Sekolah ini dikelola secara modern dengan menggunakan metode dan kurikulum baru; antara lain diajarkan berbagai ilmu pengetahuan yang sedang berlangsung di abad 20, juga penggunaan kursi, bangku serta kelas yang pada waktu itu masih dianggap asing.
            Ia sangat terkesan pada model pendidikan dari kolonial Belanda. Akhirnya ia merancang pendidikan Islam model sekolah kolonial, di mana ada penjenjangan kelas, kurikulum yang jelas dan adanya seragam sekolah. Sebagai guru di sekolah Islam, Ahmad Dahlan menjadikan model “sekolah dasar Belanda dengan Bibel” dijadikan “sekolah dasar Belanda dengan Al-Quran” hal ini dilakukan Ahmad Dahlan sebagai suatu ijtihad dalam melihat suatu realitas sosial. Salah satu usahanya dalam memajukan pendidikan Islam adalah usahanya memperbaharui sistem pendidikan yang dualistis, yaitu antara ilmu agama dan ilmu pengetahuan umum. Ia harus menyatukan sistem pendidikan Barat yang lebih mengutamakan dan mengembangkan aspek intelektual, dan sistem pendidikan Islam yang kurang mengembangkan aspek intelektual.
            Muhammadiyah didirikan oleh K.H Achmad Dahlan pada Tanggal 8 dzulhijjah 1330 H. bertepatan dengan tanggal 18 November 1912 Miladiyah. Faktor Faktor yang mendorong K.H. Achmad Dahlan mendirikan Muhammadiyah antara lain:
1.      Ajaran Islam diajarkan secara tidak murni bersumberkan Al-Qur’an dan Al-Hadits, tetapi tercampur dari perbuatan Syirik, bid’ah dan Kurafat
2.      Lembaga-lembaga pendidikan islam tidak dapat memenuhi tuntutan zaman, akibat dari terlampau mengisolir diri dari pengaruh luar.
3.      Keadaan umat yang sangat menyedihkan dalam bidang social, ekonomi, politik, cultural akibat adanya penjajahan. (Amien Rais dkk, 1985:13)
            Selanjutnya dalam Anggaran Dasar Muhammadiyah Bab II pasal 3 dikemukakan maksud dan tujuan Muhammadiyah yaitu “ Menegakkan dan menjunjung tinggi Islam sehingga terwujud masyarakat Islam yang sebenar-benarnya”(Tujuan tersebut telah dirubah dalam muktamar ke- 41 di Surakarta) (Pimpinan Pusat Muhammadiyah 1974 :8)­ dapat diperinci sebagai berikut:
1.      Mengembalikan amal dan perjuangan Umat pada sumber Qur’an dan Hadits bersih dari bid’ah dan kurafat.
2.      Menafsirkan ajaran-ajaran Islam secara modern.
3.      Memperbaharui sistem pendidikan Islam secara modern sesuai dengan kehendak dan kemajuan zaman.
4.      Membebaskan umat dan ikatan-ikatan tradisionalisme, konservatisme, taqlidisme dan formalisme yang membelenggu kehidupan umat (Amien Rais dkk, 1985: 13).
            Muhammadiyah sebagai gerakan dalam mengikuti perkembangan dan perubahan itu senantiasa mempunyai kepentingan untuk melaksanakan Amal Ma’ruf nahi Mungkar serta menyelenggarakan gerakan dan amal usaha yang sesuai dengan lapangan yang dipilihnya, ialah masyarakat, sebagai Usaha Muhammadiyah untuk mencapai tujuan tersebut diatas.
            Salah satu amal usaha yang dikembangkan oleh Muhammadiyah dalam bergerak meraih tujuannya ialah memajukan dan memperbaharuhi pendidikan, pengajaran dan kebudayaan serta memperluas ilmu pengetahuan menurut tuntunan islam. Muhammadiyah mengadakan pembaharuan pendidikan agama dengan jalan modernisasi dalam sistem pendidikan ,menukar sistem pondok dan pesantren dengan sistem pendidikan  yang modern yang sesuai dengan tuntutan kehendak jaman .Muhammadiyah mendirikan sekolah sekolah yang khas agama dan bersifat umum dari taman kanak kanak hingga perguruan tinggi .mengajarkan agama dengan cara mudah difahami,didaktis dan pedagois selalu menjadi pemikiran dalam Muhammadiyah.
            Ciri Khas pendidikan Muhammadiyah yaitu beridentitas Islam. Dasar pendidikan Muhammadiyah ialah Islam yang besumber dari Al-Qur’an dan sunah Rasul serta tujuan pendidikan Muhammadiyah adalah terwujudnya manusia muslim. Yang diharapkan Muhammadiyah adalah bahwa sekolah muhammadiyah mencerminkan pendidikan islam sebagai yang dicita-citakan yaitu melaksanakan semua komponen pendidikan islam yang mantap dan terpadu. Guru dan anak didik menghayati dan mengamalkan cara hidup, cara bergaul, cara belajar dan sebagainya sesuai dengan Islam , baik di sekolah maupun diluar sekolah. Yang membedakan sekolah Muhammadiyah dengan sekolah yang bukan Muhammadiyah ialah bahwa sekolah Muhammadiyah melaksanakan pendidikan Agama Islam yang luas dan mendalam meliputi Tauhid, Ibadah, Akhlak, dan ilmu pembantu dalam pendidikan islam serta Kemuhammadiyahan.

0 komentar:

Poskan Komentar

olimpicd 2014

olimpicd 2014

OutBond Kepemimpina

OutBond Kepemimpina